
Sidoarjo— SMA Dharma Wanita 1 Gedangan menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadan yang berlangsung mulai Senin, 23 Februari hingga Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta membentuk karakter Islami peserta didik, khususnya dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan (23/02).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Dhuha, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara yang diisi dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Layla Mufidah. Kegiatan pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Abd. Basith Bahur.
Selanjutnya, peserta didik menerima materi Pondok Ramadan yang disampaikan oleh Imam Ahmadi, S.Ag. Materi yang disampaikan meliputi puasa Ramadan, thaharah, serta tata cara memandikan jenazah.
Pada materi puasa Ramadan dijelaskan bahwa niat berasal dari bahasa Arab al-qashdu yang berarti tujuan atau kesengajaan. Niat merupakan keinginan dalam hati untuk melakukan suatu perbuatan yang kemudian diwujudkan melalui tindakan. Selain itu, dijelaskan pula keutamaan bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan. Materi puasa juga mencakup syarat wajib puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan Ramadan, larangan bagi orang yang berpuasa, serta keringanan bagi orang-orang yang tidak dapat menjalankan puasa sesuai ketentuan syariat.
Pada materi thaharah dijelaskan tentang macam-macam air menurut fikih. Air dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya air mutlak, yaitu air yang suci dan dapat digunakan untuk bersuci. Air mutlak terdiri atas tujuh macam, yaitu air hujan, air sumur, air sungai, air laut, air mata air, air salju, dan air embun. Selain itu, terdapat air musyammas, yaitu air yang dipanaskan oleh sinar matahari; air musta’mal, yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci; serta air mutanajis, yaitu air yang terkena najis.
Materi thaharah juga membahas tentang najis yang terbagi menjadi empat jenis, yaitu najis mukhaffafah (ringan), najis mutawassithah (sedang), najis mughallazah (berat), dan najis ma’fu (najis yang dimaafkan). Selain itu, dijelaskan pula tentang hadas, yaitu keadaan tidak suci yang menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah tertentu. Hadas dibagi menjadi dua jenis, yaitu hadas kecil (hadas asghar) dan hadas besar (hadas akbar). Pada bagian ini juga dijelaskan tata cara mandi junub, tata cara istinja, beserta adab-adabnya.
Selain itu, peserta didik juga mendapatkan materi tentang tata cara memandikan jenazah sebagai bagian dari kewajiban umat Islam dalam mengurus jenazah sesuai dengan ketentuan syariat.
Kegiatan Pondok Ramadan setiap harinya ditutup dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada Jumat, 27 Februari 2026 dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik dapat lebih memahami materi yang telah disampaikan serta tetap istiqamah dalam melaksanakan kewajiban sebagai umat Islam.

Leave a Reply